Headlines News :
Home » » Mobil Rusak, Sampah Menumpuk

Mobil Rusak, Sampah Menumpuk

Written By TV ORI Sultra on Kamis, 25 Juli 2013 | 18.51.00


Abady Makmur: Kalau Seminar Amdal Tambang, Cepat !

 (Rumbia): Sampah membusuk di Rumbia kembali menumpuk. Bahkan pad beberapa titik pembuangan sementara sudah mengeluarkan aroma tak sedap. Pemandangan sampah yang meninggi bukan kali pertama terjadi di ibu kota Bombana. Alasannya pun berbeda-beda. Jika beberapa waktu lalu sampah menumpuk dan tak diangkut akibat gaji petugas pengangkut belum dibayarkan, maka kali ini berbeda penyebabnya. Sampah dibiarkan karena dua dari tiga unit mobil pengangkut sampah, rusak. Ironisnya, Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan, Pertamanan, Pemakaman dan Pemadaman Kebakaran tak memiliki dana memperbaiki kerusakan dua mobil tersebut.
"Bagaimana mau diangkut semua, dari tiga mobil, dua yang rusak. Jadi tidak efektif," kata Umar Manne, Kepala Bidang Kebersihan, Pertamanan, Pemakaman dan Pemadam Kebakaran.  Dia menambahkan, selama ramadan, volume sampah di ibu kota mengalami peningkatan. Dengan keterbatasan kendaraan pengangkut sampah, menjadi penghalang bagi personilnya untuk membersihkan semua sampah menumpuk. Solusi yang dilakukan saat ini dengan menggilir titik pengangkutan. Selain itu, dia bersama anggota juga memaksimalkan motor pengangkut sampah. Tapi hasilnya tak maksimal, karena volume motor pengangkut tidak sebanding mobil.
  
Anggota DPRD Bombana, Abady Makmur mempertanyakan kinerja Badan Lingkungan Hidup Bombana. Instansi yang dipimpin DR. Abdi itu seharusnya menjadi penggerak kebersihan di ibu kota sesuai tupoksinya. Tapi kenyataannya, Badan Lingkungan Hidup seperti acuh dengan kebersihan. "Ada beberapa titik sampah yang menumpuk. Di depan Masjid Raya Nurul Iman, pertigaan dekat SMA Rumbia, serta di jalan menuju Sangkona. Sedangkan sampah yang meninggi di depan rumah-rumah warga tak terhitung jumlahnya, termasuk di sepanjang jalan Imam Bonjol. Jika dibiarkan sampah lama membusuk bisa menjadi sumber penyakit bagi warga, dan penyebarannya pun bisa cepat apalagi musim hujan seperti sekarang ini. Saya bingung dengan kinerja lingkungan hidup. Kalau mengurus seminar Amdal perusahaan tambang, pasti bergerak cepat. Hari ini diajukan, besok bisa diseminarkan dan hasilnya hari itu juga disepakati. Kalau sampah, biar sudah busuk dan dihinggapi lalat masih dibiarkan. Ini karena apa, pasti akibat tidak ada uang tambahan untuk mengangkut sampah, beda dengan seminar Amdal," kritik Ketua Komisi I DPRD itu. (nur/KP)

Sumber : KENDARINEWS.COM
Share this post :
 
Support : Copyright © 2011. OMBUDSMAN RI PERWAKILAN SUlAWESI TENGGARA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger