Headlines News :
Home » » Honorer K2 di Kendari Masih Bermasalah

Honorer K2 di Kendari Masih Bermasalah

Written By TV ORI Sultra on Rabu, 11 Juni 2014 | 09.49.00

Kendari,
Tenaga Honorer Kategori 2 (K2) yang dinyatakan lulus pada seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bulan lalu, masih menuai banyak masalah. pasalnya, ada beberapa daerah yang datanya bermasalah yang akan diferivikasi kembali oleh masing-masing daerah dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Asisten Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sultra (ORI Sultra) Nazarudin, mengatakan, ada beberapa Daerah yang sampai sejauh ini masih mengalami maslah. Daerha yang di maksud adalah Kabupaten Buton Utara (BUTUR) KOnawe, Kolaka, Konsel dan Kota Kendari. terkait dengan itu, banyak tenaga Honorer K2 yang dinyatakan lolos pada bulan lalu harus menunggu hasil ferivikasi dari (BKD) masing-masing Daerah.

"ORI perwakilan Sultra sudah melakukan Investigasi di daerah tersebut untuk memperoleh kebenaran informasi yang telah di sampaikan oleh Masyarakat. Hasil Investigasi kami di lapangan, di temukan banyak tenaga Honorer K2 yang lolos K2 bulan lalu yang jarang masuk kantor. sementara, yang sering masuk kantor yang biasa dibilang sudah lama mengabdi, tapi tidak lulus" kata Nazarudin.

Ditambahkan, data tenaga Honorer K2 yang bermasalah, akan kami kirim ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Regional Makassar dan akan diteruskan kepada panitia Seleksi Nasional (Panselnas) untuk segera di proses sesuai data yang sebenarnya.

"kejadian di kab Muna baru-baru ini terkait masalah K2, ORI sultra sendiri sudah melakukan Investigasi lapangan. hasil investigasi kami di lapangan, Pelapor tidak mau memberikan data hasil laporan mereka, pihaknya, tidak ketemu dengan kepala BKD Muna mengingat, Kepala BKD Muna bagian dari Sistim itu. sampai sejauh ini tenaga Honorer K2 yang lolos di Kab. Muna belum dikirim datanya di BKN pusat karena masih di ferivikasi kembali", lanjut Nazarudin.

sekedar di ketahui, pihak yang dinyatakan lulus dan meluluskan para CPNS bisa di kenakan pidana jika ditemukan pelanggaran administrasi dalam perekrutan CPNS karena hal itu di atur dalam Undang-undang. 
Share this post :

+ komentar + 1 komentar

1 Oktober 2017 10.49

aslamu alaikum wr wb..
bismillahirrahamaninrahim,,senang sekali saya bisa menulis
dan berbagi kepada teman2 melalui tempat ini,
sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga
dan mencapai kesuksesapossiblen yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki,
namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang,
hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yang saya punya,
akhirnya saya menanggung hutang ke pelanggan-pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 600 juta ,
saya sudah stress dan hampir bunuh diri anak saya 3 orang masih sekolah di smp / sma dan juga anak sememtarah kuliah,tapi suami saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anaka-naknya ditengah tagihan hutang yang menumpuk,
demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue,
ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman
dan bercerita kepadanya, alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya.
dulu katanya dia juga seperti saya setelah bergabung dengan K.H. Tambring Abdullah hidupnya kembali sukses,
awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya berpikir
dan melihat langsung hasilnya, `
saya akhirnya bergabung dangan mengunjungi website di www.programdanainstan.blogspot.com semua petunjuk K.H. Tambring Abdullah saya ikuti dan hanya 1 hari astagfirullahallazim,
alhamdulilah demi allah dan anak saya,
akhirnya 5m yang saya minta benar benar ada di tangan saya,
semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha,
kini saya kembali sukses terimaksih K.H. Tambring Abdullah saya tidak akan melupakan jasa aki.
jika teman teman berminat, yakin dan percaya insya allah,
saya sudah buktikan demi allah silakan kunjungi website di www.programdanainstan.blogspot.com atau KLIK DISINI

Posting Komentar
 
Support : Copyright © 2011. OMBUDSMAN RI PERWAKILAN SUlAWESI TENGGARA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger