Headlines News :
Home » » ORI Periksa Sekda Konut

ORI Periksa Sekda Konut

Written By TV ORI Sultra on Selasa, 16 Juni 2015 | 09.00.00

KENDARI, BKK - Ombudsman REpublik Indonesia (ORI) Perwakilan Sulawesi Tenggara memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Utara (Konut) Aburaera menyangkut mutasi massal beberapa pejabat di daerah tersebut, Rabu (27/5).
Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Sultra Aksah mengaku, dari keterangan Sekda mutasi di Konut baik struktural maupun fungsional tidak dilakukan dengan sistem merit. Dalam memutasi pejabat, lanjut Aksah, Pemda Konut masih menggunakan pola lama.
"Hanya ada SK dari Bupati sebagai tim pemeriksa dan mereka membuat hasil resume pemeriksaan, pertimbangan dan kemudian melakukan mutasi," bebernya.
Menurut Aksah, cara seperti ini bertentangan dengan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Peraturan Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) nomor 13 tahun 2014.
Oleh Ombudsman, SK Bupati itu tentang pembentukan sim pemeriksa justru sebetulnya cacat yuridis. Karena, masih menggunakan dasar UU 32 tentang Pemda yang saat ini sudah dicabut digantikan dengan UU tahun 2014.
Selain itu, lanjut Aksah, Pemkab Konkep masih menggunakan UU nomor 8 tahun 74 tentang pokok kepegawaian junto UU 23 tahun 1999 tentang pokok kepegawaian untuk melakukan mutasi.
'Itu sudah kadaluarsa. Sudah dicabut dengan UU nomor 5 tahun 2015 tentang ASN, sehingga dinyatakan cacat yuridis dan prosesnya bertentangan dengan UU ASN," bebernya.
Meski begitu, Aksah mengaku, belum bisa mengambil kesimpulan terhadap keterangan Aburaera, Pihaknya, tambah Aksah masih akan memanggil Bupati Konut Aswad Sulaiman untuk dimintai keterangannya.
"Kita sudah mintai keterangan sekdanya. Nanti dalam waktu dekat kita akan panggil Bupati Konut," tuturnya.
Diberitakan, Aswad Sulaiman dilaporkan ke ORI Perwakilan Sultra karena diduga melanggar uu ASN telah melakukan mutasi massal tanpa prosedural.
Dugaan ini, disampaikan Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Sulawesi Tenggara (Sultra) Aksah, selasa (5/5). Mantan wartawan ini mengaku, pihaknya mendapatkan laporan dari salah satu warga pada 24 April 2015 lalu.
Dari dokumnen yang disampaikan pelapor, beber Aksah, pihaknya menemukan kejanggalan dalam pengangkatabn pejabat struktural dan fungsional di lingkup Pemkab Konut.
Oleh Aksah, Aswad Sulaiman diduga telah melanggar UUASN nomor 5 tahun 2014 tentang pengangkatan pejabat struktural dan fungsional dan Peraturan Mentri Pendayagunaan Aparatur Sipili Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) nomor 13 tahun 2014 tentang petunjuk teknis pelaksanaan pengankatan pejabat struktural.
"Mereka (Aswad, red) masih menggunakan sistem lama tapi itu sudah tidak berlaku lagi semenjak UU ASN mulai diterapkan," ungkap Aksah.
Aksah menguraikan, pengankatan pejabat struktural dan fungsional harus dilakukan dengan cara terbuka dan diseleksi berdasarkan kualifikasi serta kompetensinya.
"Jadi, pengangkatan itu bukan atas dasar suka tidak suka. Sesuai aturan baru, pemerintah harus terbuka dalam mengangkat pejabat. Menurut saya, ini merupakan sebuah pelanggaran," tegasnya.
Mengenai mutasi itu, Bupati Konut Aswad Sulaiman membantah kalau dirinya telah melanggar Undang-Undang (UU Aparatur Sipil Negara (ASN) pada aat melakukan mutasi massal beberapa waktu lalu.
Ditemui seusai menjalani fit and propertest 


Share this post :

+ komentar + 1 komentar

1 Oktober 2017 10.49

aslamu alaikum wr wb..
bismillahirrahamaninrahim,,senang sekali saya bisa menulis
dan berbagi kepada teman2 melalui tempat ini,
sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga
dan mencapai kesuksesapossiblen yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki,
namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang,
hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yang saya punya,
akhirnya saya menanggung hutang ke pelanggan-pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 600 juta ,
saya sudah stress dan hampir bunuh diri anak saya 3 orang masih sekolah di smp / sma dan juga anak sememtarah kuliah,tapi suami saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anaka-naknya ditengah tagihan hutang yang menumpuk,
demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue,
ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman
dan bercerita kepadanya, alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya.
dulu katanya dia juga seperti saya setelah bergabung dengan K.H. Tambring Abdullah hidupnya kembali sukses,
awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya berpikir
dan melihat langsung hasilnya, `
saya akhirnya bergabung dangan mengunjungi website di www.programdanainstan.blogspot.com semua petunjuk K.H. Tambring Abdullah saya ikuti dan hanya 1 hari astagfirullahallazim,
alhamdulilah demi allah dan anak saya,
akhirnya 5m yang saya minta benar benar ada di tangan saya,
semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha,
kini saya kembali sukses terimaksih K.H. Tambring Abdullah saya tidak akan melupakan jasa aki.
jika teman teman berminat, yakin dan percaya insya allah,
saya sudah buktikan demi allah silakan kunjungi website di www.programdanainstan.blogspot.com atau KLIK DISINI

Posting Komentar
 
Support : Copyright © 2011. OMBUDSMAN RI PERWAKILAN SUlAWESI TENGGARA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger