Headlines News :
Home » » Oknum Dokter Lecehkan Pasien Jamkesmas

Oknum Dokter Lecehkan Pasien Jamkesmas

Written By TV ORI Sultra on Jumat, 22 Maret 2013 | 12.23.00

Wakil Direktur RSU Bahteramas, dr. Ridwan (tengah, membelakang) ketika mengklarifikasi adanya tudingan keluarga pasien yang menyebut dr. Hasniah Bombang (kiri) melontarkan kalimat melecehkan pasien kelas III pemegang kartu Jamkesmas, Kamis (21/3/2013). FOTO: Mas Jaya/KP

 

KENDARINEWS.COM: Ironi. Diskriminasi tetap saja dirasakan para pemegang kartu jaminan kesehatan kelas III, Jamkesmas atau pun Bahteramas bahkan bagi Askes atau asuransi lain sekalipun. Pasien umum tetap menjadi "tamu" paling dinanti dengan sumringah. Janji pejabat untuk memberikan pelayanan baik tanpa membedakan level ekonomi pasien, masih menjadi khayalan. Di RSU Bahteramas, seorang oknum dokter disebut terang-terangan menghardik keluarga pasien yang datang menerima perawatan mengandalkan kartu Jamkesmas. Keluarga pasien kelas III itu pun naik pitam dan nyaris saja memukul dokter kasar tersebut.
Pipit, ibu pasien bernama Rini mengaku kesal dengan tindakan yang dilakukan dr. Hasniah Bombang. Ia tak terima kalimat menyakitkan yang dilontarkan dokter perawat anaknya itu. "Oh cuma pemegang Jamkesmas ya. Ibu tahu tidak, kalau ibu itu sudah menghabiskan uang pemerintah puluhan juta," versi Pipit mengutip ucapan dr. Hasniah Bombang, kemarin (21/3). Tak sampai di situ, menurut Pipit, dokter juga mengeluh karena keberadaan pasien Rini sudah merepotkan paramedis.
   
Bahkan dr. Hasniah menginstruksikan kepada para perawatnya untuk tak buang-buang tenaga mengurusi Rini, bocah enam tahun yang terkena demam berdarah itu. "Ibu itu sudah merepotkan saya. Itu yang dia balang dan banyak saksinya. Perawat yang mendengarkan ucapan itu juga sempat kaget," cerita Pipit lagi. Ucapan sinis yang tidak mengenakkan pendengaran penghuni kamar perawatan kelas III saat itu, ternyata  belum selesai. Dengan nada tinggi dr. Hasniah juga menyuruh keluarga Rini angkat kaki dari RSU Bahteramas. Mendengar kalimat bernada pengusiran itu, Pipit langsung menyuruh suaminya menandatangani surat keterangan keluar dari rumah sakit yang sempat diklaim bertaraf internasional tersebut. "Tapi awas, kalau terjadi apa-apa sama anak saya," ancam Pipit.
   
Wakil Direktur RSU Bahteramas. dr. Ridwan dan Humas, Masyita yang mendengar tindakan emosional dan tak terpuji dari salah seorang dokter mendatangi Gedung Mawar Kelas III Kamar 7 tempat Rini anak Pipit dirawat. tersebut, satu jam setelahnya. Kedatangan mereka juga bersama-sama dengan dr. Hasniah Bombang, untuk melakukan klarifikasi. Saat bertemu dengan keluarga pasien, dr. Hasniah berargumen, dirinya tidak pernah berbicara seperti apa yang dituduhkan keluarga pasien. "Saya tidak berbicara dengan nada seperti itu. Saya hanya menyesalkan kenapa Rini tidak diberi pengobatan tadi malam (kemarin) karena orang tuanya tidak mau Rini disuntik. Kalau Rini lama sembuhnya berarti semakin banyak biaya yang akan dikeluarkan untuk pengobatannya," versinya, memberikan klarifikasi.  
   
Namun bantahan itu disanggah Pipit yang sudah tersulut emosi. Rusmin, Ayah Rini menimpali, alasan keluarga agar anaknya tidak disuntik karena tak adanya penjelasan pasti dari petugas piket saat itu. "Waktu demam Rini naik sekitar jam 9 malam, saya langsung berkonsultasi dengan perawat piket. Saya meminta pertimbangan, apakah Rini akan disuntik atau tidak. Petugas piket malah bertanya kembali minta pendapat saya. Karena tidak tahu dan takut kenapa-kenapa, saya ambil kesimpulan agar Rini jangan dulu disuntik sambil menunggu keputusan dokter besoknya," jelasnya dengan emosi. Tindakan nyaris diluar kontrol juga hampir dilakukan Agus, keluarga pasien lain yang juga tersinggung dengan perkataan dr. Hasniah karena meremehkan pengguna Jamkesmas.
   
Mendengar perdebatan itu, dr. Ridwan ternyata hanya menanggapi dingin masalah yang tak sepele itu. "Sebenarnya ini hanya miskomunikasi saja. Sebagai jalan tengah kami sudah memberikan pilihan kepada pasien untuk tetap menjalani perawatan di sini dengan dirawat dokter berbeda," ujarnya sambil berjanji akan memberikan pelayanan maksimal. Namun, pihak keluarga Rini sudah merasa tidak nyaman lagi untuk berada di RSU Bahteramas dan memilih keluar. Padahal kondisi Rini yang mengidap DBD masih sangat labil. "Kami akan keluar sekarang," ujar mereka sambil mengemasi barang mereka. Menyedihkan sekali. (m2/KP)

Sumber : KENDARI NEWS
Share this post :
 
Support : Copyright © 2011. OMBUDSMAN RI PERWAKILAN SUlAWESI TENGGARA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger