Headlines News :
Home » » Tidak Ada Pisau Bedah, Dokter Operasi Pasien Dengan Silet

Tidak Ada Pisau Bedah, Dokter Operasi Pasien Dengan Silet

Written By TV ORI Sultra on Rabu, 20 Maret 2013 | 08.15.00


KENDARINEWS.COM - RAHA : Ini pekerjaan rumah bagi Bangsa Indonesia khususnya Menkes RI agar memeriksa dana dana yang diturunkan dari pusat, bagi RSUD di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Gara gara tidak memiliki pisau bedah, terpaksa salah seorang dokter yang tidak mau disebutkan namanya di RSUD Kabupaten Muna, melakukan operasi sesar (caesar) terhadap Wa Enga, dengan pisau silet.
Mungkin hal ini pertama kali terjadi di Indonesia, bahkan di dunia, ada RSUD yang tidak memiliki pisau bedah. Nyawa pasien benar benar dipermainkan di RSUD Kabupaten Muna yang nota bene, Bupatinya juga seorang dokter. Hal ini terpaksa dilakukan seorang Dokter ahli kandungan  melakukan operasi cesar, dengan menggunakan  Silet yang biasa dipakai untuk mencukur jenggot. Hal ini terjadi Jumat (1/6/2012) pukul 10.00 Wita. Berutung pasien yang diopersai selamat.

Pasien yang "dimakan" pisau silet dilakukan oleh Pihak  Rumah Sakit  Kab. Muna adalah Wa Enga, Warga yang tinggal di Kelurahan Laiworu, Kecamatan Katobu Kab. Muna. Operasi cesar itu dilakukan oleh dokter ahli kandungan di RSUD Kabupaten Muna. Meskipun dokter yang mengoperasi pasien itu bungkam ketika dikonfirmasi via ponselnya, tapi pembenarkan kejadian ini justru datang dari Ketua DPRD Kabupaten Muna Uking Djassa, SH.

"Ada pasein yang melahirkan cesar dioperasi pakai pisau silet itu benar. Oknum dokter itu sendiri yang melapor pada saya hal ini Jumat (1/6/2012). Jadi bukan berita bohong, tapi benar benar terjadi di RSUD Kabupaten Muna. Ini kejadian luar biasa sekaligu sangat disayangkan dan memiriskan. Apa gunanya Pemkab Muna membangun rumah sakit super mewah dengan dan Rp 150 milyar, tapi alat operasi di RUSD Muna yang ada saat ini, terbengkalai. Masa pisau operasi saja tidak ada,"ujar Ketua DPRD Muna Uking Djassa,SH via ponselnya Jumat (1/6/2012) pada KendariNews.Com yang minta agar merahasikan nama dokter tersebut. (fitri)
Share this post :
 
Support : Copyright © 2011. OMBUDSMAN RI PERWAKILAN SUlAWESI TENGGARA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger