Headlines News :
Home » » Bupati Butur, Ridwan Zakariah Melanggar UU

Bupati Butur, Ridwan Zakariah Melanggar UU

Written By TV ORI Sultra on Kamis, 01 Agustus 2013 | 00.46.00

KENDARINEWS.COM (Jakarta): Kemendagri agaknya sudah mulai kesal dengan sikap “bandel” Ridwan Zakariah. Bupati Buton Utara itu tetap saja tak mau mengindahkan teguran, peringatan bahkan perintah Kemendagri agar melaksanakan perintah UU soal penempatan ibukota daerah itu di Buton Utara. Teranyar, Kemendagri menyurati Gubernur Sultra agar segera memeriksa Bupati Butur itu lewat inspektorat, terkait sederet pelanggarannya.
Dalam surat bernomor 700/3784/SJ, tertanggal 19 Juli, gubernur diminta melakukan pemeriksaan menyeluruh kepada Ridwan Zakariah terkait pelanggarannya terhadap UU No. 14 Tahun 2007 Pasal 7 terkait kedudukan Ibukota Buton Utara. Bukan itu saja, di poin kedua surat itu, inspektorat juga diminta melakukan pemeriksaan keuangan daerah itu karena ada indikasi penyelewengan dengan modus, mal administrasi. Menggunakan dana APBD yang diproses pengeluarannya tidak di Buranga, tapi di Ereke.
   
Surat tertanggal 19 Juli itu merupakan tindak lanjut hasil pemeriksaan khusus Itjen Kemendagri terhadap pelanggaran peraturan perundangan-undangan oleh Bupati Butur.     "Iya memang, Mendagri memerintahkan menyurat ke Gubernur, untuk memperoses pelanggaran terhadap UU yang telah tertera," ucap Restuardi Daud, Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kemendagri, di ruang kerjanya, Senin (29/7).
   
Menurut Ardi, Mendagri Gamawan Fauzi kembali mengeluarkan surat setelah kementerian menurunkan tim di Butur untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, memang terjadi pelanggaran terkait penempatan Ibu Kota Kabupaten yang seharusnya di Buranga, namun dialihkan ketempat lain oleh Ridwan Zakariah. Kapuspenkum menegaskan, seharusnya sebagai seorang Bupati, bisa menjalankan aturan yang ada namun yang terjadi di Butur, beberapa kali teguran Mendagri tak pernah diindahkan.
   
"Ada prosesnya, jadi kenapa kita surati gubernur, agar diproses sesuai UU. Kalau sanksinya, kita tunggu saja bagaimana proses pemeriksaan di sana," ucapnya. Melalui surat itu, Mendagri tegas menyatakan, Ridwan Zakariah secara nyata melanggar UU No. 14 Tahun 2007 Pasal 7 terkait kedudukan Ibukota Buton Utara. Ardi mengatakan, jika telah dilakukan pemeriksaan, maka akan diketahui bagaimana langkah yang akan diambil oleh Bupati. "Kita tunggu saja, bagaimana hasil dari surat yang telah diberikan," paparnya.
   
Untuk diketahui, Butur terbentuk tanggal 27 Juli 2007 melalui Undang-undang No 14 tahun 2007, namun sampai saat ini penempatan Ibu Kota Kabupaten Buton Utara (Butur) terus saja menjadi Polemik. UU secara tegas menyatakan bahwa Ibu Kota Butur terletak di Buranga, namun pembangunan infrastutur pemerintahan daerah di Kecamatan Kulisusu Ereke. Kondisi tersebut sempat membuat konflik antara warga, yang menuding Bupati menunjukan keinginannya menjadikan Ereke sebagai Ibu Kota dengan membangun seluruh perkantoran di Ereke termasuk Kantor Bupati dan Gedung DPRD. Sikap Ridwan tersebut sontak membuat marah sebagian masyarakat Butur. Mereka menganggap Bupati telah melakukan pelanggaran terhadap UU.(cr1/KP)



Sumber : KENDARI NEWS
Share this post :

+ komentar + 1 komentar

1 Oktober 2017 10.51

aslamu alaikum wr wb..
bismillahirrahamaninrahim,,senang sekali saya bisa menulis
dan berbagi kepada teman2 melalui tempat ini,
sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga
dan mencapai kesuksesapossiblen yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki,
namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang,
hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yang saya punya,
akhirnya saya menanggung hutang ke pelanggan-pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 600 juta ,
saya sudah stress dan hampir bunuh diri anak saya 3 orang masih sekolah di smp / sma dan juga anak sememtarah kuliah,tapi suami saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anaka-naknya ditengah tagihan hutang yang menumpuk,
demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue,
ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman
dan bercerita kepadanya, alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya.
dulu katanya dia juga seperti saya setelah bergabung dengan K.H. Tambring Abdullah hidupnya kembali sukses,
awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya berpikir
dan melihat langsung hasilnya, `
saya akhirnya bergabung dangan mengunjungi website di www.programdanainstan.blogspot.com semua petunjuk K.H. Tambring Abdullah saya ikuti dan hanya 1 hari astagfirullahallazim,
alhamdulilah demi allah dan anak saya,
akhirnya 5m yang saya minta benar benar ada di tangan saya,
semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha,
kini saya kembali sukses terimaksih K.H. Tambring Abdullah saya tidak akan melupakan jasa aki.
jika teman teman berminat, yakin dan percaya insya allah,
saya sudah buktikan demi allah silakan kunjungi website di www.programdanainstan.blogspot.com atau KLIK DISINI

Posting Komentar
 
Support : Copyright © 2011. OMBUDSMAN RI PERWAKILAN SUlAWESI TENGGARA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger